Mengenal Jenis Jenis Madu

Mengenal Jenis Jenis Madu

Di dunia ini ada banyak jenis madu yang dapat kita temui. Untuk mengenal jenis jenis madu, maka salah satu caranya kita perlu tahu sumber utama pakan dari lebahnya. Ada jenis madu yang dihasilkan oleh madu yang hidup di perkebunan kapuk diberi nama Madu Kapuk/Randu.  Bila lebah tersebut digembalakan di perkebunan apel maka akan dihasilkan jenis Madu Apel. Maka demikian lahirlah aneka jenis madu seperti Madu Lengkeng, Madu Rambutan, Madu Karet, Madu Nanas, Madu Stroberi, Madu Mangga, Madu Mahoni, Madu Mentimun, Madu Beringin dan Madu Sengon.

Di Jambi ada jenis madu hutan diantaranya Madu Bunga Cokelat dan Madu Bakau. Madu Bunga Cokelat rasanya enak dan cocok untuk menemani sarapan roti tawar. Di Bangka ada jenis madu hutan yang rasanya pahit dinamakan Madu Pahit yang memiliki kandungan air yang tinggi. Ada juga Madu Kopi yang khasiatnya kebalikan dari kopi. Madu Kopi justru membuat kantuk. Ada juga Madu Pusing yang memang membuat pusing. Madu ini banyak ditemui di Amerika Latin. Di Indonesia Madu Pusing ada di Gorontalo. Ada juga Madu Cengkeh yang memiliki rasa yang enak. Menurut seorang penulis yang juga seorang dokter bernama dr. Adji Suranto, SpA, Madu Cengkeh adalah jenis madu yang paling enak. Namun Madu Cengkeh sulit didapatkan karena pucuk pucuk cengkeh sukar berbunga karena keburu dipetik.

Pada skala Intenasional, Australia menghasilkan Madu Organik yang merupakan jenis madu yang dihasilkan oleh lebah penghisap nektar tanaman organik yang tidak menggunakan insektisida dan racun hama lainnya. Arab Saudi pun menghasilkan jenis madu yang lebahnya digembalakan di perkebunan kebun jeruk dan buah buahan. Koloni lebah tersebut diimpor dari beberapa negara termasuk diantaranya Indonesia. Madu yang dihasilkan pun lebih kental, dikarenakan kadar air atau kelembaban udara di sana rendah.

Madu umumnya kita ketahui memiliki rasa yang manis. Namun ada juga jenis madu yang memiliki rasa yang pahit dan asam bahkan ada yang beracun. Madu yang memiliki rasa asam dihasilkan oleh genus Trigona. Produksi madu lebah ini rendah, satu koloni menghasilkan hanya 100 gram madu setiap tiga bulan. Madu yang memiliki rasa pahit dihasilkan dari bunga mahoni dan bunga pahitan (sejenis bunga matahari). Ada juga madu yang rasanya asin yang berasal dari pohon jamblang sehingga dikenal dengan nama madu jamblang. Sedangkan madu beracun, berasal dari bunga rhododendron. Bunga tersebut adalah bunga beracun. Di Jepang madu racun berasal dari bunga heather.

Ada juga jenis madu yang agak berbeda sifatnya dengan jenis madu lain, seperti Madu Kaliandra. Jenis madu ini memiliki kandungan glukosa yang lebih tinggi dibanding fruktosa sehingga lebih muda mengkristal. Padahal umumnya madu memiliki kandungan fruktosa yang lebih tinggi dibanding glukosa.

Untuk perkebunan yang baru dibuka, lebah hutan akan mengambil nektar dari perkebunan, sehingga rasa dan kandungan gizi yang dihasilkan pun bervariasi. Kita ambil contoh pada pembukaan perkebunan coklat, maka madu hutan yang dihasilkan oleh lebah di sana pun memiliki rasa seperti coklat.

Kategori Madu
Madu dapat juga dikategorikan berdasarkan varian tanaman yang menjadi sumber nektarnya. Apabila madu dihasilkan dari lebah yang mengambil makanan dari berbagai sumber tanaman, dalam artian tidak hanya dominan pada satu tanaman, maka disebut dengan Madu Multiflora/Poliflora. Contohnya adalah madu hutan. Hutan Indonesia pada umumnya adalah heterogen. Sedangkan madu yang dihasilkan oleh lebah yang mengambil sumber makanan dari satu jenis tanaman dominan, maka disebut madu monoflora. Di beberapa daerah ada juga kategori madu yang sumber nektarnya berasal dari dua pohon. Maka jenis madu ini masuk ke dalam kategori madu biflora. Namun umumnya lebah  memiliki kecenderungan mengambil nektar dari satu jenis tanaman saja. Lebah baru akan mengambil nektar dari tanaman lain jika nektar tersebut tidak mencukupi.

Selain itu ada pengkategorikan madu menjadi madu flora, madu ekstraflora dan madu embun(honey dew). Madu flora adalah madu yang bersumber dari nektar yang berasal dari bunga. Kalau madu ekstra flora adalah madu yang bersumber dari tanaman yang tidak memiliki bunga. Madu ekstraflora berasal dari cairan yang ada pada daun, batang atau cabang. Sedangkan madu embun adalah madu yang dibuat dari cairan yang dihasilkan oleh serangga yang terdapat pada pepohonan. Serangga ini sering disebut kutu bunga atau kutu pohon. Kutu ini hidup di daun daun tanaman. Serangga ini mengeluarkan cairan yang apabila jatuh menyerupai embun. Cairan ini diambil oleh lebah dan diproses menjadi madu. Madu embun banyak mengandung dekstrin namun kekuatan antibakterinya lebih rendah dibanding jenis madu lainnya. Madu Embun dapat kita temui di Selandia Baru dan Yunani.

Kini anda sedikit banyaknya sudah dapat mengenal jenis jenis madu. Silahkan share, semoga menambah wawasan.

Source : Buku Khasiat & Manfaat Madu Herbal- dr. Adji Suranto, SpA.

Postingan Populer